“Sampah Liar Mengotori Jembatan Brambang, Jalur Nganjuk–Kediri Jadi Sorotan”
![]() |
| Foto: Jembatan Brambang jadi tempat pembuangan Sampah Liar, Jalur Nganjuk–Kediri Jadi Sorotan |
MediaSindo.Net - Kediri
Pemandangan memprihatinkan terlihat di ruas jalan provinsi jalur Nganjuk–Kediri, tepatnya di sekitar kanan dan kiri Jembatan Brambang, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Sejumlah kantong plastik berukuran besar berisi sampah terlihat dibuang di pinggir jalan hingga berada di bawah pepohonan.
![]() |
| Foto: Jalan raya Kediri Nganjuk ruas tarokan jadi tempat pembuangan sampah liar |
Tumpukan sampah tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan di akses jalan utama, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang dikeluhkan pengguna jalan dan warga sekitar.
Kondisi ini menjadi perhatian karena ruas jalan provinsi merupakan akses penting masyarakat. Area di sekitar jembatan semestinya dijaga kebersihannya agar lingkungan tetap sehat, nyaman, dan tidak menimbulkan potensi gangguan kesehatan.
![]() |
| Foto: sampah berserakan dipinggir jalan dan disungai Brambang |
Kang Man (64), warga Desa Tarokan, mengaku kerap mencium bau menyengat ketika melintas di kawasan tersebut.
"Setiap lewat sini saya sering menutup hidung karena baunya sangat menyengat, seperti bau bangkai," ujarnya, kamis (17/9/2026)
Ia menyayangkan masih adanya kebiasaan membuang sampah sembarangan. Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditangani agar tidak semakin meluas dan mengganggu masyarakat yang melintas.
Pemdes Tarokan Klaim Berulang Kali Bersihkan Sampah
Kepala Desa Tarokan, Supadi, S.H., saat ditemui di kantornya, Kamis (17/9/2026), mengatakan Pemerintah Desa Tarokan telah beberapa kali melakukan pembersihan di lokasi tersebut.
![]() |
| Foto: Kades Tarokan, Supadi. S.H, kami pemdes tarokan sering kali melaksanakan pembersihan sampah liar disekitaran jembatan brambang |
Menurut Supadi, penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut mengawasi kawasan tersebut.
"Kami dari Pemerintah Desa Tarokan sudah sering melakukan kegiatan pembersihan sampah di lokasi tersebut. Biasanya kami berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri. Kami juga menggerakkan masyarakat sekitar untuk ikut mengawasi dan menjaga lingkungan," jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan pembersihan sampah liar membutuhkan biaya dan tenaga. Karena itu, menurutnya, persoalan tersebut tidak akan selesai hanya dengan mengangkut sampah apabila kebiasaan membuang sampah sembarangan terus terjadi.
"Sangat disayangkan kalau biaya dan tenaga yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat harus berulang kali dialokasikan untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarangan," ujarnya.
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, tetapi Perubahan Perilaku
Supadi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di sepanjang jalur Nganjuk–Kediri, khususnya kawasan sekitar Jembatan Brambang.
Ia berharap masyarakat tidak menjadikan pinggir jalan maupun bawah pohon sebagai tempat pembuangan sampah.
"Kami berharap masyarakat yang melintas maupun warga sekitar tidak membiasakan membuang sampah sembarangan. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga yang merasakan manfaatnya. Jalan menjadi nyaman, tidak bau, dan lingkungan lebih sehat," pungkasnya.
Persoalan sampah di Jembatan Brambang menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah. Pembersihan dapat dilakukan berkali-kali, tetapi lingkungan akan benar-benar bersih apabila diikuti perubahan perilaku masyarakat.
Masyarakat juga dapat berperan dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengingatkan secara baik apabila menemukan pelanggaran, serta melaporkan titik pembuangan sampah liar kepada pemerintah desa atau instansi terkait.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengguna jalan, kawasan Jembatan Brambang diharapkan dapat kembali menjadi akses jalan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (RD).





Posting Komentar