5.000 Guru Kediri Dibidik Mahir Coding dan AI, PGRI Siapkan 54 Pelatih
![]() |
| Foto: Ketua PGRI Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin, sebanyak 54 calon pelatih mengikuti ToT selama tiga hari, 8–10 September 2026 |
MediaSindo.Net – Kediri Raya
KEDIRI – Ribuan guru di Kabupaten Kediri segera didorong untuk menguasai coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kediri menargetkan sedikitnya 5.000 guru mengikuti penguatan kompetensi teknologi melalui Program PGRI Power dan Training of Trainer (ToT).
Program tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional “1 Juta Guru Mahir Coding dan AI” dan mulai dilaksanakan melalui pelatihan calon pelatih di SMAN 1 Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (8/9/2026).
Ketua PGRI Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, sebanyak 54 calon pelatih mengikuti ToT selama tiga hari, 8–10 September 2026. Mereka dipersiapkan untuk menjadi penggerak yang nantinya meneruskan materi pelatihan kepada guru-guru di tingkat kecamatan.
“Jadi hari ini kami melaksanakan pelatihan bagi calon pelatih PGRI Power sebanyak 54 orang. Setelah ini, masing-masing pelatih akan mengadakan training PGRI Power di kecamatan,” ujar Muhsin.
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun kesiapan guru menghadapi perubahan pola pembelajaran di tengah perkembangan AI yang semakin pesat.
Program PGRI Power sendiri merupakan akronim dari Professionalism, Opportunity, Wisdom, Excellence, dan Resilience. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan untuk memperkuat profesionalisme sekaligus daya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa kini.
Selama pelatihan, para calon pelatih mendapatkan pembekalan dari praktisi di bidang coding dan AI. Setelah mengikuti ToT, mereka diharapkan mampu mentransfer pengetahuan tersebut kepada guru-guru lainnya melalui pelatihan di masing-masing kecamatan.
Muhsin menegaskan, peningkatan kompetensi digital menjadi bagian penting dalam mempersiapkan guru menghadapi transformasi pendidikan.
“Sebagai organisasi profesi guru, PGRI juga harus mempersiapkan para anggotanya agar bisa melaksanakan tugas profesinya dengan baik, terutama dalam mendukung tugas-tugas pembelajaran di kelas,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguasaan teknologi diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat digital. Guru juga perlu memahami bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Wates Teguh Tri Santosa menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program penguatan kompetensi guru dapat berlangsung secara berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
“Alhamdulillah bisa terselenggara. Harapan kami kegiatan ini benar-benar berkualitas,” katanya.
Dengan target 5.000 guru, PGRI Kabupaten Kediri berharap program tersebut dapat memperluas kemampuan digital pendidik hingga ke tingkat kecamatan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menyiapkan guru agar semakin adaptif terhadap perkembangan coding, AI, dan transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
(RD)


Posting Komentar