Sapi 1,2 Ton Gegerkan Kediri - Mas Dhito Bongkar Rahasia Ketahanan Pangan, Kontes Ternak Siap “Naik Kelas” Nasional!
![]() |
| Foto: Mas Dhito bersama pemenang kontes ternak kabupaten Kediri tahun 2026 |
MediaSindo.Net - Kediri
Gelaran kontes ternak 2026 di Kabupaten Kediri benar-benar pecah! Setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi, ajang bergengsi ini kembali digelar dengan euforia luar biasa dan hasil yang bikin publik melongo: sapi ekstrem dengan bobot tembus 1,214 ton. Kegiatan kontes ternak kali ini dilaksanakan di lapangan desa Wonorejo, kecamatan Wates.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito, tampil penuh semangat saat memberikan sambutan. Ia bahkan menyapa anak-anak sekolah dasar yang hadir sambil minum susu, menegaskan pentingnya konsumsi gizi sejak dini.
“Kontes ternak ini terakhir 2019, lalu pandemi. Dan hari ini kita bangkit lagi di 2026. Ini bukan sekadar lomba, ini soal masa depan ketahanan pangan kita,” tegasnya lantang, Rabu (6/5/2026).
![]() |
| Foto: Salah satu pemenang kontes ternak kabupaten Kediri tahun 2026 |
Mas Dhito tak main-main. Ia mengungkapkan, di hari yang sama sejak pagi dirinya bersama jajaran TNI turun langsung ke lapangan memastikan kondisi ketahanan pangan di wilayah Kediri tetap aman dan terkendali.
“Negara yang kuat adalah negara yang punya ketahanan pangan. Dan sektor peternakan ini adalah kuncinya,” imbuhnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti tren positif sektor peternakan. Data terbaru menunjukkan kenaikan populasi sapi dari sekitar 214 ribu menjadi 216 ribu ekor. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa peternakan masih menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Lebih menarik lagi, Mas Dhito mulai mendorong perubahan pola pikir peternak. Bukan sekadar menjual hasil mentah, tapi naik ke level industri olahan.
“Sekarang sudah mulai ada yang jual yogurt, olahan susu, bahkan produk turunan lainnya. Ini yang harus terus didorong,” ujarnya.
Ia pun melempar target besar, Kontes ternak Kediri harus jadi yang terbaik di Jawa Timur, bahkan naik ke level nasional!
Sementara itu, Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, M.Si mengungkap fakta yang tak kalah mengejutkan.
Menurutnya, potensi peternakan Kediri sangat luar biasa dan siap melompat lebih jauh.
“Kalau melihat potensi dan dukungan pimpinan, tidak menutup kemungkinan kontes ini bisa naik ke tingkat nasional,” ujarnya.
Data resmi menunjukkan tren peningkatan signifikan:
2024: 214 ribu ekor sapi
2025: 216 ribu ekor sapi
Artinya, ada kenaikan hingga ribuan ekor dalam waktu singkat.
Tak hanya sapi, sektor unggas juga menggila. Populasi ayam petelur di Kediri mencapai 6–7 juta ekor, menjadikannya salah satu yang terbesar di Jawa Timur.
Menjelang Idul Adha, stok ternak juga melimpah:
🐄 Sapi: 12 ribu lebih
🐐 Kambing: 46 ribu lebih
🐑 Domba: ribuan ekor
Bahkan, permintaan dari luar daerah seperti Jawa Barat melonjak tajam. Sekitar 50% sapi sudah laku terjual sebelum hari raya.
Meski harga kambing sempat turun akibat isu pasar, tren kini mulai naik. Sementara harga sapi tetap stabil di kisaran Rp110–115 ribu/kg.
Kontes ternak 2026 bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah sinyal keras bahwa Kediri sedang menyiapkan diri menjadi kekuatan baru di sektor peternakan nasional.
Dari sapi 1,2 ton hingga lonjakan populasi dan permintaan pasar semuanya mengarah pada satu hal, Peternakan Kediri sedang “naik kelas”. (RD)



Posting Komentar