“Ekonomi Global Goyang, Lapangan Kerja Seret: Kediri ‘Dipaksa’ Buka 1.920 Lowongan di Job Fair 2026”
![]() |
| Foto: job fair kabupaten Kediri tahun 2026 buka lowongan 1920 dapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat |
MediaSindo.Net - Kediri
Tekanan ekonomi global yang semakin terasa kini mulai berdampak nyata hingga ke daerah. Ketimpangan antara jumlah lulusan dan ketersediaan lapangan kerja menjadi persoalan serius yang tak bisa lagi diabaikan. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Job Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk meredam potensi lonjakan pengangguran.
Kegiatan ini dilaksanakan di Convention Hall Simpang Lima Gumul dan secara resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sonny Subroto Maheri Laksono.
![]() |
| Foto: Ibnu Imad, Kepala dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi kabupaten kediri |
Di sela kegiatan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, mengungkapkan bahwa kondisi pasar kerja saat ini berada dalam tekanan yang tidak ringan. Peningkatan jumlah lulusan setiap tahun tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja yang memadai, terlebih di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat dinamika geopolitik internasional.
“Pertumbuhan lulusan cukup tinggi, namun peluang kerja tidak selalu stabil. Apalagi kondisi ekonomi global saat ini juga tidak baik-baik saja, sehingga berdampak pada serapan tenaga kerja di daerah,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Dalam situasi tersebut, Job Fair 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk intervensi nyata pemerintah daerah untuk menjembatani kesenjangan antara pencari kerja dan kebutuhan dunia industri. Sebanyak 1.920 lowongan kerja dibuka dari 42 perusahaan, termasuk sektor perbankan seperti Bank BRI dan Bank Jatim, serta berbagai sektor industri lainnya.
Namun di balik angka tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah jumlah itu cukup untuk menampung tingginya angka pencari kerja?
Data menunjukkan tingkat pengangguran di Kabupaten Kediri pada tahun 2024 mencapai 5,1 persen dari total penduduk sekitar 1,67 juta jiwa, dengan jumlah angkatan kerja lebih dari 900 ribu orang. Angka ini menjadi indikator bahwa tekanan terhadap pasar tenaga kerja masih cukup tinggi.
Komposisi lowongan kerja yang tersedia juga menunjukkan dominasi lulusan SMA/SMK dengan 1.743 posisi, sementara lulusan Diploma (D3) hanya 39 posisi, dan Sarjana (S1) sebanyak 117 posisi. Bahkan lulusan SMP pun masih mendapat porsi terbatas sebanyak 20 posisi. Kondisi ini memperlihatkan adanya ketidaksesuaian antara output pendidikan dan kebutuhan riil dunia kerja.
Di sisi lain, kebijakan tanpa pembatasan usia dalam rekrutmen membuka peluang lebih luas, namun sekaligus memperketat persaingan antar pencari kerja lintas generasi.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa Job Fair ini dirancang untuk mendekatkan akses informasi kerja kepada masyarakat serta memastikan seluruh lowongan yang tersedia merupakan rekrutmen resmi langsung dari perusahaan.
“Ini adalah bentuk fasilitasi agar masyarakat bisa mengakses peluang kerja secara langsung dan transparan dari perusahaan,” jelas Ibnu Imad.
![]() |
| Foto: 42 perusahaan ikut job fair tahun 2026 di kabupaten kediri |
Meski demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa kegiatan semacam ini perlu diiringi kebijakan yang lebih struktural dan berkelanjutan, seperti penguatan sektor industri lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Tanpa langkah tersebut, Job Fair berpotensi hanya menjadi solusi jangka pendek di tengah persoalan besar yang terus berulang setiap tahun.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Job Fair Kediri 2026 menjadi dua sisi mata uang: harapan bagi pencari kerja, sekaligus sinyal kuat bahwa tekanan ekonomi di tingkat daerah semakin nyata dan membutuhkan langkah lebih dari sekadar seremoni. (RD)




Posting Komentar