Program “Sahaja Putih Abu-Abu” Diserbu Pelajar, Ratusan Siswa di Pare Kini Miliki KTP-el dan IKD Tanpa Ganggu Sekolah
![]() |
| Foto : Siswa SMK YP 17 Pare yang mendapatkan layanan administrasi kependudukan tanpa harus meninggalkan aktivitas belajar |
MediaSindo.Net - Kediri
Inovasi pelayanan publik kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui program “Sahaja Putih Abu-Abu” yang menyasar pelajar SMA/sederajat. Kegiatan ini terbukti efektif dan diminati, setelah ratusan siswa di SMK YP 17 Pare berhasil mendapatkan layanan administrasi kependudukan tanpa harus meninggalkan aktivitas belajar.
Pelaksanaan program berlangsung pada 20 April 2026 di SMK YP 17 Pare, dengan sasaran 247 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 141 siswa berhasil terlayani melalui perekaman dan penerbitan KTP elektronik (KTP-el) serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Pelaksana tugas (PLT), Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Kediri, Wirawan, SE., M.M., AK, melalui Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, M. Kahfi Fauzi, SH, menjelaskan bahwa layanan ini sangat dibutuhkan guna mendukung tertib administrasi kependudukan sejak usia dini.
“Program ini dirancang agar pelajar yang telah atau hampir berusia 17 tahun bisa langsung melakukan perekaman KTP-el tanpa harus mengurus sendiri ke kantor layanan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menambahkan, metode jemput bola yang diterapkan menjadi kunci keberhasilan program ini. Petugas datang langsung ke sekolah untuk melakukan perekaman data, pencetakan dokumen, hingga aktivasi IKD secara terpadu.
Sehari setelahnya, pada 21 April 2026, kegiatan dilanjutkan dengan layanan aktivasi IKD yang menyasar 210 siswa dan guru di lokasi yang sama. Melalui layanan ini, para peserta dapat mengakses dokumen kependudukan secara digital melalui aplikasi di ponsel.
![]() |
| Foto: Pelaksanaan perekaman data, pencetakan dokumen, hingga aktivasi IKD secara terpadu |
Salah satu siswa penerima layanan mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Kami tidak perlu izin keluar sekolah untuk mengurus KTP. Semuanya sudah difasilitasi di sini,” ungkapnya.
Sementara peserta lain menambahkan, “Sekarang lebih praktis karena sudah ada KTP digital, jadi tidak perlu selalu membawa KTP fisik.”
Program “Sahaja Putih Abu-Abu” sendiri merupakan layanan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kediri. Kegiatan ini menyasar pelajar pemula yang memasuki usia wajib KTP, dengan pendekatan jemput bola ke sekolah-sekolah.
Secara keseluruhan, kegiatan ini dilaksanakan mulai 20 April hingga 7 Mei 2026 di sejumlah sekolah di wilayah Pare, antara lain SMAN 1 Pare, SMK YP 17 Pare, SMKS Hasanuddin Pare, dan SMK Canda Bhirawa Pare. Sebelum pelaksanaan, dilakukan pengumpulan dan pemadanan data bersama pihak sekolah serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kediri.
Program ini juga sejalan dengan komitmen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sejak awal masa kepemimpinannya. Inovasi seperti “Sahaja Putih Abu-Abu” diharapkan mampu memberikan kemudahan nyata serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan.
Dengan antusiasme tinggi dari pelajar dan tenaga pendidik, program ini dinilai tidak hanya mempermudah layanan, tetapi juga menjadi langkah strategis menuju transformasi digital dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Kediri. (RD)



Posting Komentar