Sedimentasi Parah dan Sampah Menahun Sumbat Jembatan Desa Jati Tarokan, Warga Keluhkan Bau Menyengat
![]() |
| Foto: Jembatan kali jati kapur, kecamatan Tarokan yang lubangnya tertutup sedimentasi dan sampah yang berserakan yang menimbulksn bau tak sedap |
MediaSindo.Net - Kediri
Kondisi jembatan sungai di Desa Jati, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri semakin memprihatinkan. Selain mengalami sedimentasi parah yang hampir menutup total saluran air, tumpukan sampah di sekitar lokasi turut memperburuk keadaan hingga menimbulkan bau menyengat yang dikeluhkan warga.
Jembatan yang berada di depan Koperasi Desa Merah Putih tersebut memiliki dua lubang saluran berbahan beton. Namun saat ini, kedua lubang tersebut dipenuhi endapan tanah yang bercampur dengan sampah, sehingga menghambat aliran air secara signifikan.
Kepala Desa Jati, Reni Ninsiska, S.H., saat dikonfirmasi di balai desa usai kegiatan "Nyadran" dimakam setempat pada Jumat (24/4/2026), mengaku baru mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.
“Saya baru tahu kondisi sebenarnya jembatan tersebut yang saat ini sedang tertutup oleh endapan atau sedimentasi tanah yang parah dan hampir menutup seluruh lubang jembatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan kewenangan, penanganan jembatan tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mengingat saluran tersebut termasuk kategori kelas B.
Namun demikian, Reni juga menyoroti faktor perilaku masyarakat yang turut memperparah kondisi lingkungan, khususnya kebiasaan membuang sampah di sungai dan sekitarnya.
“Kondisi ini juga diperparah oleh kurangnya kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah di sungai dan sekitar aliran sungai. Selain menyumbat aliran air, hal ini juga menimbulkan bau tidak sedap yang sangat mengganggu,” jelasnya.
![]() |
| Foto: Tumpukan sampah liar yang bersebelahan dengan KDMP menimbulkan bau tak sedap, masyarakat jadi resah |
Sebagai langkah awal, Pemerintah Desa Jati berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan RT dan RW setempat guna menertibkan perilaku warga.
“Saya akan segera memanggil pihak RT dan RW agar mengingatkan warganya untuk tidak lagi membuang sampah di sungai maupun di sekitarnya,” tegas Reni.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Kholil (70), warga Jati Kapur. Ia menyebut kondisi sedimentasi dan tumpukan sampah di sekitar jembatan tersebut bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung cukup lama.
“Sedimentasi dan sampah yang menumpuk di sekitar jembatan itu sudah lama terjadi. Ini diduga yang sengaja buang sampah adalah warga sekitar,” ucapnya.
![]() |
| Foto: Tumpukan sampah liar yang menimbulkan bau tak sedap, masyarakat jadi resah |
Kholil berharap agar kondisi tersebut segera mendapat penanganan serius, baik dari sisi pembersihan fisik maupun perubahan perilaku masyarakat.
“Saya berharap saluran air di jembatan itu segera dibersihkan, begitu juga sampah yang berserakan di sekitar sungai. Kebiasaan masyarakat buang sampah sembarangan harus dihilangkan, karena baunya sangat menyengat,” tambahnya.
Sementara itu, dua pejabat Pemerintah Kabupaten Kediri yang dimintai konfirmasi lewat pesan whatsApp terkait kondisi tersebut memberikan respons singkat.
“Terima kasih informasinya,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan perlunya penanganan terpadu antara pemerintah daerah dan masyarakat. Normalisasi saluran melalui pengerukan sedimentasi serta pembersihan sampah dinilai mendesak dilakukan, terutama saat musim kemarau yang menjadi waktu ideal untuk perbaikan.
Di sisi lain, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama agar permasalahan serupa tidak terus berulang di masa mendatang. (RD)




Posting Komentar