Cetak SDM Go Internasional, Kediri Berangkatkan Puluhan Pemuda ke Jepang
![]() |
| Foto: Penutupan program Pelatihan Daerah (Pelatda) Magang Jepang Tahap I Angkatan 388 yang digelar di Convention hall simpang lima gumul |
MediaSindo.Net - Kediri
Pemerintah Kabupaten Kediri menutup program Pelatihan Daerah (Pelatda) Magang Jepang Tahap I Angkatan 388 yang digelar di Convention Hall simpang lima gumul , Rabu (22/4/2026). Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja yang siap bersaing di tingkat internasional.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Dr. M. Solikin, M.AP, perwakilan DPRD Kabupaten Kediri Komisi IV, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan dari Jepang, Kumagai Sinshe, dan ratusan orang tua peserta.
![]() |
| Foto: Kadisnaker dan transmigrasi kabupaten Kediri, Ibnu imad |
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, S.Sos, sebagai narasumber utama, menyampaikan bahwa program magang Jepang merupakan solusi konkret untuk mengurangi pengangguran sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja global.
“Program ini bertujuan mengurangi pengangguran, menjembatani kesenjangan antara pencari kerja dan kebutuhan industri, serta membentuk karakter tenaga kerja yang disiplin dan beretos kerja tinggi melalui budaya Jepang,” jelas Ibnu Imad.
Ia menambahkan, pelatihan dilaksanakan selama 70 hari secara boarding di BLK Plemahan, mulai 18 Februari hingga 24 April 2026. Materi pelatihan meliputi bahasa Jepang dasar, budaya kerja, pembentukan mental dan fisik, hingga evaluasi menyeluruh termasuk medical check-up.
Dari 104 peserta awal, sebanyak 96 peserta berhasil menyelesaikan pelatihan. Dari jumlah tersebut, 41 peserta telah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan di Jepang, sementara lainnya masih dalam proses penempatan.
![]() |
| Foto : Perwakilan IM Jepang, Kumagai Sinshe, pada penutupan magang ke jepang |
Perwakilan dari IM Jepang, Kumagai Sinshe, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki reputasi sangat baik dalam program magang di Jepang dibandingkan negara lain.
“Peserta dari Indonesia dikenal disiplin dan memiliki etos kerja tinggi. Saat ini terdapat sekitar 6.800 peserta aktif asal Indonesia di Jepang, dan jumlah ini merupakan yang terbesar dibanding negara lain,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa program magang ini telah berjalan sejak tahun 1993 dan melibatkan berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina. Menurutnya, keberhasilan peserta tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah dan orang tua.
“Peran orang tua sangat penting dalam mendukung keberhasilan peserta selama menjalani program di Jepang,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. M. Solikin, M.AP, menegaskan bahwa program ini merupakan kesempatan emas bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri dan masa depan.
“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini. Ini bukan hanya bekerja, tetapi juga belajar disiplin, budaya, dan membangun karakter. Jaga nama baik Indonesia, daerah, dan keluarga,” tegasnya.
![]() |
| Foto: Sekda kabupaten Kediri, M. Solikin saat memnerinsambuatan dalam penutupan magang ke jepang |
Ia juga berpesan agar para peserta mampu memanfaatkan pengalaman selama di Jepang untuk membangun kemandirian ekonomi saat kembali ke tanah air.
“Harapan kami, setelah kembali nanti, para peserta bisa menjadi wirausaha muda dan membuka lapangan kerja baru di daerah masing-masing,” ungkapnya.
Program ini diikuti peserta dari berbagai daerah, tidak hanya dari Kabupaten Kediri, tetapi juga dari Jombang, Tulungagung, Banyuwangi, Ponorogo, Mojokerto hingga luar Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap peluang kerja internasional.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap para peserta dapat melanjutkan ke tahap nasional dan segera diberangkatkan ke Jepang, membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan keluarga serta pembangunan daerah. (RD)





Posting Komentar