Demo Damai di Pemkab Kediri: Warga Solid Dukung Ketegasan Mas Dhito Berantas Dugaan Jual Beli Perangkat Desa
![]() |
| Foto : Korlap aksi damai didepan kantor Pemkab kediri, dukung Mas Dhito bersih bersih pejabat dari praktek KKN |
MediaSindo.Net - Kediri
Dukungan terhadap komitmen Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, terus menguat. Hal ini terlihat dalam aksi damai yang digelar sejumlah elemen masyarakat sebagai bentuk dorongan moral terhadap upaya pemberantasan dugaan praktik curang dan jual beli jabatan dalam rekrutmen perangkat desa tahun 2023.
Arip, perwakilan dari Aliansi 212, menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud dukungan konkret masyarakat terhadap langkah tegas pemerintah daerah. Ia menyebut, komitmen Mas Dhito yang siap mengantarkan langsung pihak yang terbukti bersalah ke aparat penegak hukum menjadi sinyal kuat keberpihakan pada transparansi.
“Kami berdiri mendukung penuh sikap Mas Dhito. Jika ada praktik jual beli jabatan, harus dibongkar sampai tuntas. Bahkan beliau siap membawa langsung ke kejaksaan maupun kepolisian. Ini bentuk kepemimpinan yang berani dan harus kita kawal,” ujar Arip.
![]() |
| Foto : Aksi damai dukung tindakan tegas mas Dhito didepan kantor Pemkab Kediri mendapat kawalan ketat aparat kepolisian resort pare dan kota Kediri |
Sementara itu, Ander Yohana S., yang juga bergerak di bidang advokasi serta merupakan mantan tim sukses Mas Dhito, menegaskan tidak boleh ada kompromi terhadap praktik-praktik yang merusak integritas pemerintahan desa. Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk membersihkan sistem secara menyeluruh.
“Kami siap mendampingi masyarakat yang menjadi korban. Jika ada bukti atau pihak yang dirugikan, silakan melapor. Tujuan kami jelas, memastikan proses hukum berjalan dan praktik seperti ini tidak terulang,” tegas Ander.
Namun demikian, Ander juga menyayangkan tidak adanya perwakilan dari pihak Pemerintah Kabupaten Kediri yang menemui peserta aksi untuk berdialog secara langsung.
Dalam jalannya aksi, massa sempat melakukan pembakaran ban bekas di depan pintu masuk kantor Pemerintah Kabupaten Kediri sebagai bentuk simbolik protes. Selain itu, peserta aksi juga sempat mengunci pintu keluar-masuk kantor tersebut, sehingga aktivitas di lingkungan perkantoran sempat terganggu sebelum akhirnya situasi kembali terkendali.
![]() |
| Foto : Teatrical saat aksi demo damai di depan kantor Pemkab Kediri |
Senada, Koordinator Lapangan AKAR, Siti Isminah, mengaku turut diperiksa oleh penyidik Polda terkait perkara tersebut. Perempuan yang akrab disapa Mbak Is itu menyampaikan kritik dengan gaya satire.
“Ini saya juga ikut diperiksa penyidik Polda gara-gara ikut makan nasi kulop,” ucapnya.
Ia menambahkan, hal tersebut tidak sebanding dengan dugaan keterlibatan oknum pejabat yang disebut menerima keuntungan lebih besar. “Nasi kulop itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan para oknum pejabat yang makan kambing guling, sapi giling, atau bahkan babi guling. Itu yang patut dan layak diperiksa,” imbuhnya.
Meski sempat diwarnai aksi simbolik tersebut, kegiatan secara umum berlangsung damai dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Massa juga menyampaikan apresiasi atas pengamanan yang dilakukan sehingga kegiatan dapat berlangsung kondusif.
Gerakan ini mencerminkan meningkatnya partisipasi publik dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih. Dukungan terhadap langkah tegas Bupati Kediri diharapkan mampu mempercepat penegakan hukum sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen perangkat desa yang lebih transparan dan akuntabel. (RD)




Posting Komentar