Program SIKAP 2026: Pemprov Jatim Integrasikan Pendidikan dan Ketahanan Pangan Daerah
![]() |
| Foto : Giat Program SIKAP 2026: Pemprov Jatim Integrasikan Pendidikan dan Ketahanan Pangan Daerah (foto : Disnak Jatim) |
MediaSINDO.Net - Kediri
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat strategi ketahanan pangan daerah melalui Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) Tahun 2026 dengan menggelar penanaman dan penaburan benih secara serentak di satuan pendidikan menengah. Program ini melibatkan 110.481 guru, peserta didik, dan anggota Pramuka dari 754 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di seluruh Jawa Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan secara terintegrasi ini mencakup tahapan penanaman, penaburan benih, hingga panen serentak, sebagai bagian dari pendekatan pembangunan sumber daya manusia berbasis ekologi dan kemandirian pangan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempatkan sektor pendidikan sebagai instrumen strategis dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu ketahanan pangan berkelanjutan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Program SIKAP tidak hanya berorientasi pada hasil produksi pangan, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. Melalui keterlibatan aktif sekolah, program ini diharapkan mampu menanamkan nilai kemandirian, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong sejak dini.
“Ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari pembangunan manusia. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran ekologis sekaligus membangun praktik nyata yang berkelanjutan,” ujar Khofifah dalam kegiatan tersebut.
Dari perspektif kebijakan publik, SIKAP 2026 sejalan dengan agenda pembangunan daerah Jawa Timur yang menekankan integrasi antara pendidikan, lingkungan hidup, dan ketahanan pangan sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bentuk dukungan daerah terhadap kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global.
Melalui langkah konkret yang dimulai dari lingkungan sekolah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap tercipta ekosistem pembelajaran yang produktif dan berdaya guna, sekaligus menjadi fondasi jangka panjang bagi ketahanan pangan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (sumber : Disnak Prov.jatim)


Posting Komentar