Disnak Jawa Timur Salurkan 453 Ribu Dosis Vaksin PMK APBN Tahap I untuk Penguatan Kesehatan Ternak
![]() |
| Foto : Disnak Prov. Jatim mendistribusikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahap I |
Surabaya - MediaSINDO. Net
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur mengawali program kesehatan hewan tahun 2026 dengan mendistribusikan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahap I. Kegiatan distribusi tersebut dilaksanakan pada Rabu (28/1/2026) di kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
Pada tahap pertama ini, sebanyak 453.000 dosis vaksin PMK telah disalurkan. Vaksin tersebut terdiri atas produksi Pusat Veteriner Farma (PUSVETMA) berupa Aphtovet serta vaksin Apthovaks E produksi Vaksindo. Distribusi ini menjadi bagian dari strategi nasional pengendalian penyakit hewan menular strategis guna menekan risiko penyebaran PMK di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan distribusi vaksin secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Indyah Aryani, MM, bersama Kepala Balai Besar Veteriner Farma (PUSVETMA), drh. Edy Budi Susila, M.Si. Kehadiran kedua pimpinan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memperkuat kebijakan pengendalian penyakit hewan berbasis pencegahan.
Dalam pelaksanaannya, vaksin PMK APBN Tahap I ini diarahkan untuk mendukung percepatan program vaksinasi ternak, meningkatkan kekebalan populasi hewan (herd immunity), serta meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat wabah PMK. Langkah ini juga dinilai penting dalam menjaga stabilitas produksi peternakan dan keamanan rantai pasok pangan asal hewan.
Distribusi vaksin PMK ini sekaligus menjadi fondasi awal penguatan program kesehatan hewan di Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2026. Pemerintah berharap upaya berkelanjutan tersebut mampu menjaga keberlanjutan sektor peternakan daerah serta berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan nasional secara jangka panjang. (Sumber: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur)


Posting Komentar