Gerakan “Sebutir Telur” dari Kediri Menginspirasi, LAZISMU dan SDO Tebar Gizi untuk Santri dan Anak Berkebutuhan Khusus
![]() |
| Foto: Ustd. Sapran Hamid, LAZISMU Kantor Layanan Pondok MMQ Badas, Kediri |
Kediri – MediaSindo.Net
Kepedulian sosial yang sederhana namun penuh makna ditunjukkan oleh LAZISMU Muhammadiyah Pondok Modern bersama Sayap Dakwah Organizer (SDO) binaan Ustd. Rifky Ja'far Tholib melalui program FASTER (Infaq Sebutir Telur). Program ini menjadi gerakan nyata berbagi gizi demi membantu santri dan masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan sosial tersebut mendapat apresiasi luas karena dinilai menghadirkan dakwah yang sejuk, menyentuh, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu penyaluran bantuan dilakukan di SLB Budi Mulya, Desa Joho, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Selasa (19/5/2026), dengan membagikan telur ayam kepada para siswa berkebutuhan khusus.
![]() |
| Foto: LAZISMU Kantor Layanan Pondok MMQ Badas, laksanakan pembagian telur kepada anak berkebutuhan kusus di SLB Budi Mulya Joho wates kediri |
Program FASTER membawa semangat “Berbagi Gizi, Mencerdaskan Generasi”. Melalui gerakan infaq sebutir telur, masyarakat diajak ikut berpartisipasi membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi generasi muda agar tumbuh sehat, kuat, dan semangat dalam belajar maupun beribadah.
Rois LAZISMU, Sapran Hamid, menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar berbagi bantuan pangan, namun juga membangun kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Harapannya program FASTER bisa menjadi amal jariyah bersama, memperkuat rasa kepedulian sosial, serta memberi manfaat berkelanjutan bagi umat,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan sederhana seperti berbagi telur memiliki dampak besar apabila dilakukan bersama-sama dan secara konsisten. Terlebih, kebutuhan gizi anak-anak, santri, dan masyarakat kurang mampu masih menjadi perhatian penting.
Kegiatan yang digagas dari kantor LAZISMU Muhammadiyah Pondok Modern di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri itu juga menuai simpati masyarakat karena dinilai menghadirkan wajah dakwah yang humanis, membangun, dan penuh kasih sayang.
Banyak warga berharap program serupa dapat terus berkembang dan menginspirasi berbagai elemen masyarakat lainnya untuk ikut bergerak dalam aksi sosial kemanusiaan. Dengan langkah kecil berupa “sebutir telur”, semangat berbagi diyakini mampu menghadirkan harapan besar bagi masa depan generasi bangsa. (RD)




Posting Komentar