Ayam Kampung Panggang Mas Bagas Melejit: Resep Turun-Temurun dari Desa Gandu yang Go Internasional hingga Singapura
![]() |
| Foto : Antok, Owner Ayam kampung panggang Mas Bagas yang berlokasi di Sukosari, Kasembon Malang |
Kediri — MediaSINDO.Net
Di tengah maraknya bisnis kuliner yang terus bermunculan, Ayam Kampung Panggang Mas Bagas berhasil mencuri perhatian para pecinta kuliner tradisional. Mengusung cita rasa khas bumbu rujak Gandu, usaha yang berdiri sejak 2019 ini bukan hanya digemari masyarakat Kediri dan Malang Raya, tetapi juga telah tembus hingga Singapura.
Pemilik usaha, yang akrab disapa Mas Antok, menjelaskan bahwa nama Mas Bagas diambil dari nama putra pertamanya, Bagas Febi Laksono. Harapannya, nama sang anak membawa berkah serta menjadi identitas kuat bagi brand kuliner tersebut.
Ayam panggang ini mengusung rasa Gandu, sebuah desa di Kabupaten Magetan yang dikenal sebagai sentra kuliner ayam kampung panggang bumbu rujak turun-temurun.
“Bumbunya khas, racikan keluarga desa Gandu yang kami pertahankan sejak dulu, bukan bumbu kecap seperti kebanyakan ayam panggang lain,” jelas pemilik usaha.
![]() |
| Foto : Alamat ayam kampung panggang "Mas Bagas" |
Ayam kampung yang digunakan dipanggang secara tradisional, sehingga aroma dan tingkat kematangannya memiliki karakter khas yang tidak ditemui di tempat lain.
Memulai usaha sejak tahun 2019, Mas Bagas kini telah berjalan 6 tahun dan terus berkembang.
“Alhamdulillah, Mas Bagas diterima masyarakat di Kediri, Malang Raya, hingga kota-kota sekitar,” ujarnya.
Bahkan beberapa pelanggan dari luar negeri ikut memesan saat kembali ke Indonesia.
Salah satu fakta menarik, pemilik mengungkap bahwa pelanggan terjauhnya datang dari Singapura.
Awalnya pelanggan itu makan di tempat, kemudian jatuh hati dengan rasanya. Saat kembali ke Singapura, ia memesan 5 ekor ayam panggang Mas Bagas dan langsung dikirim melalui penerbangan sehingga kualitasnya tetap aman.
“Testimoni mereka bagus, ayam tetap enak meski perjalanan jauh,” tambahnya.
Mas Bagas menyediakan banyak pilihan porsi, mulai dari:
Per porsi makan di tempat: Rp35.000 (sudah termasuk nasi, sambal, lalapan, dan minuman/es teh/es jeruk)
Ayam 1 ekor: Rp100.000 – Rp140.000 (sesuai ukuran)
Bisa beli setengah ekor, porsian, atau satu ekor utuh sesuai kebutuhan pelanggan.
Lokasi Strategis Jalur Wisata Kediri–Malang
Warung Ayam Kampung Panggang Mas Bagas berada di:
📍 Jalan Raya Mangir Kambon, 2 km sebelum Kasembon – Batu, jalur wisata menuju Malang maupun Batu.
Pengunjung bisa dengan mudah menemukan lokasi melalui pencarian Google Maps dengan kata kunci:
“Ayam Kampung Panggang Mas Bagas”.
Komitmen Menjaga Kualitas dan Menambah Pelanggan Baru
Pemilik menegaskan bahwa rahasia keberhasilan mereka adalah menjaga kualitas rasa, konsistensi bumbu, serta pelayanan kepada pelanggan.
“Kami ingin pelanggan tetap bertahan dan semakin banyak orang mengenal kelezatan ayam panggang khas Mas Bagas,” tutupnya. (RD)



Posting Komentar