Jembatan Sambirejo–Kwadungan Rusak Berulang, Warga Desak Perbaikan Permanen
![]() |
| Foto : Jembatan batas desa Sambirejo dan Kwadungan Ngasem Kediri yang rusak dan perlu penanganan segera dari pemerintah |
MediaSINDO.Net - Kediri
Kerusakan infrastruktur kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Jembatan di Jalan R. Wijaya yang menghubungkan Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, dengan Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, kembali mengalami kerusakan serius. Lubang disertai retakan badan jalan muncul di tengah badan jembatan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan tersebut bukan kali pertama terjadi. Meski telah beberapa kali dilakukan penambalan, kondisi jembatan kembali jebol dalam waktu singkat. Warga menilai perbaikan yang dilakukan selama ini bersifat sementara dan tidak menyelesaikan persoalan mendasar.
Pantauan di lapangan menunjukkan lubang berada tepat di jalur utama kendaraan. Pada malam hari dan saat hujan, lubang sulit terlihat sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Kerusakan ini sudah berulang. Ditambal sebentar, lalu rusak lagi. Warga akhirnya hanya bisa waswas setiap melintas,” kata Hadi (55), warga Desa Sambirejo, Rabu (31/12/2025).
![]() |
| Foto :kerusakan jembatan R.wajaya dilihat dari sisi samping |
Menurut Hadi, kerusakan tidak hanya terjadi pada jembatan, tetapi juga hampir di seluruh ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Sambirejo. Lubang jalan tersebar dari perempatan desa hingga mendekati perbatasan Desa Kwadungan.
“Kondisi jalan rusak parah di wilayah Sambirejo, tetapi setelah masuk Desa Kwadungan justru lebih baik. Ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” ujarnya.
![]() |
| Foto : Jalan kenanga desa Sambirejo yang kondisinya rusak |
Kerusakan serupa juga terjadi di Jalan Gajah Mada, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Meski belum lama diperbaiki, aspal kembali terkelupas dan membentuk lubang yang mengganggu kelancaran lalu lintas.
Kepala Desa Kwadungan, Abdul Khamid, mengakui penanganan jembatan selama ini sebagian besar dilakukan secara swadaya oleh pemerintah desa bersama masyarakat.
“Kalau menunggu perbaikan permanen dari kabupaten, waktunya bisa lama. Jadi sementara kami tambal sendiri, meski tidak bertahan lama,” katanya, Rabu (31/12/2025).
![]() |
| Foto : jalan Gajahmada uang mulai rusak lagi meski baru ditambal |
Ia menyebutkan, karena jembatan tersebut merupakan jalur penghubung lintas kecamatan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan permanen melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam). Namun hingga akhir tahun, usulan tersebut belum terealisasi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan warga terkait kerusakan jembatan. Terkait kondisi Jalan Gajah Mada Karangrejo, ia mengakui perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah masih bersifat darurat.
“Memang akhir tahun ini dilakukan perbaikan sementara, belum permanen,” tulis Dewi dalam pesan singkat kepada warga.
![]() |
| Foto : Jalan Gajahmada Karangrejo yang rusak lagi |
Pernyataan tersebut dinilai warga menguatkan anggapan bahwa penanganan infrastruktur di wilayah Ngasem dan Gampengrejo masih mengandalkan pola tambal sulam. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kediri segera merealisasikan perbaikan permanen agar kerusakan tidak terus berulang dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin. (KRD)






Posting Komentar