Musim Hujan Tiba! Pemkab Kediri Petakan Wilayah Rawan Bencana, 500 Personel Disiagakan
![]() |
| Foto: Apel gelar kesiapan tanggap darurat bencana yang diselenggarakan Polres Kediri di Lapangan Sempu Exotic Park, Kecamatan Ngancar |
MediaSINDO.Net – Kediri Raya
Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit dan bencana alam. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air, serta mewaspadai potensi banjir, tanah longsor, angin puting beliung, hingga pohon tumbang.
Imbauan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa saat menghadiri apel gelar kesiapan tanggap darurat bencana yang diselenggarakan Polres Kediri di Lapangan Sempu Exotic Park, Kecamatan Ngancar, Rabu (4/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Dewi Mariya Ulfa yang akrab disapa Mbak Dewi mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, mulai dari kawasan rumah, tempat tinggal, hingga sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko genangan air sekaligus mencegah munculnya penyakit, khususnya demam berdarah dengue (DBD).
“Karena itu rawan juga sarang nyamuk demam berdarah. Ya, itu pasti yang kita harus antisipasi sejak dini,” katanya.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, Pemkab Kediri juga telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana selama musim penghujan.
Untuk potensi tanah longsor, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Kecamatan Ngancar, Plosoklaten, Puncu, Kepung, dan Kandangan.
Sementara potensi banjir dipetakan di Kecamatan Plosoklaten, Pare, Badas, dan Kunjang. Adapun ancaman angin puting beliung serta pohon tumbang perlu diwaspadai di Kecamatan Kunjang, Purwoasri, Plemahan, dan Papar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Ariyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi berbagai kemungkinan bencana, terutama banjir.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menerbitkan surat edaran kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan serta membersihkan saluran air, terutama di kawasan yang memiliki potensi banjir dan longsor.
“Kita juga terus update informasi baik BMKG maupun dari BNPB. Kita akan selalu memberikan imbauan atau informasi-informasi terkait kesiapan menghadapi musim penghujan,” tambahnya.
Di sisi lain, Kapolres Kediri AKBP Muhammad Latif menyatakan kesiapan jajarannya dalam mendukung penanganan bencana melalui pengerahan 500 personel gabungan.
Personel tersebut melibatkan unsur Polres Kediri, BPBD, Kodim 0809, Satpol PP, Tagana, relawan, serta instansi terkait lainnya. Selain menyiagakan personel, juga disiapkan posko bencana untuk mendukung koordinasi dan penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Melalui kesiapan lintas sektor tersebut, Pemkab Kediri bersama unsur TNI-Polri, BPBD, dan relawan mengajak masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas ketika bencana terjadi, tetapi turut melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Masyarakat diharapkan rutin membersihkan drainase, tidak membuang sampah ke sungai, memangkas ranting pohon yang berisiko tumbang, serta segera melaporkan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan.
Kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keselamatan bersama selama musim hujan. (RD)


Posting Komentar