Atasi Persoalan Genangan di Bawang, DPUPR Kota Kediri Bangun Gorong-Gorong 98 Meter
![]() |
| Foto: pembangunan fisik gorong gorong di jalan raya bawang cegah dan atasi banjir |
MediaSINDO.Net - Kediri Raya
![]() |
| Foto: proses pembangunan gorong gorong dijalan raya bawang kecamatan pesantren untuk cagah dan atas banjir |
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kediri membangun gorong-gorong sepanjang 98 meter di kawasan jalan raya Bawang untuk meningkatkan kapasitas saluran drainase dan mengurangi risiko genangan air saat hujan. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus penanganan kawasan yang kerap mengalami genangan.
Kepala DPUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, S.T., M.M., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa (27/10/2026), membenarkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program pemerataan pembangunan infrastruktur di Kota Kediri.
“Itu program merata, Mas. Kemarin saya juga dari sana. Iya, di daerah situ sering terjadi genangan,” ujar Endang.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan saluran drainase di kawasan Bawang menjadi salah satu langkah untuk menangani persoalan genangan yang selama ini terjadi di wilayah tersebut. Melalui perbaikan infrastruktur saluran air, pemerintah berharap aliran air hujan dapat berjalan lebih lancar sehingga potensi genangan dapat ditekan.
Gunakan Sistem Pengecoran
Agus, salah satu pelaksana pekerjaan di lapangan, menjelaskan bahwa pembangunan gorong-gorong dilakukan untuk mengganti saluran lama yang dinilai perlu diperbaiki guna mendukung kelancaran aliran air.
“Pembangunan ini dilakukan untuk mengganti saluran gorong-gorong yang lama sebagai upaya mencegah banjir di kawasan Bawang,” kata Agus saat ditemui di lokasi pekerjaan, Senin (26/10/2026).
![]() |
| Foto: Gorong gorong dijalan raya bawang sepanjang 98 meter dibangun dengan sistem Pengecoran besi bertulang |
Menurut Agus, gorong-gorong tersebut memiliki dimensi sekitar 110 sentimeter untuk tinggi dan 110 sentimeter untuk lebar. Konstruksinya menggunakan sistem pengecoran, termasuk pada bagian lantai dasar yang diperkuat dengan besi berdiameter 10 milimeter berstandar SNI, sesuai keterangan pelaksana pekerjaan.
Pekerjaan tersebut, lanjut Agus, telah berlangsung sekitar tiga minggu saat dirinya memberikan keterangan. Dengan perkiraan durasi pengerjaan sekitar satu setengah bulan, pembangunan ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Diharapkan Mengurangi Risiko Genangan
Pembangunan gorong-gorong di kawasan Bawang diharapkan dapat meningkatkan fungsi drainase, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Saluran yang memadai diperlukan agar air hujan dapat mengalir menuju saluran pembuangan tanpa menimbulkan genangan berkepanjangan.
Meski demikian, efektivitas penanganan genangan tidak hanya bergantung pada pembangunan gorong-gorong. Kondisi saluran di bagian hulu dan hilir, kapasitas saluran pembuangan, sedimentasi, serta kebersihan drainase juga berpengaruh terhadap kelancaran aliran air.
Karena itu, pemeliharaan saluran secara berkala dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap diperlukan untuk mendukung fungsi infrastruktur tersebut.
Melalui pembangunan gorong-gorong sepanjang 98 meter ini, DPUPR Kota Kediri diharapkan dapat membantu mengurangi risiko genangan di kawasan Bawang sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat, khususnya saat musim hujan. (RD)




Posting Komentar