Anggaran Bisyaroh Guru Ngaji di Kabupaten Kediri Naik Jadi Rp18,2 Miliar, Penerima Tembus 13.500 Orang
![]() |
| Foto: Anggaran Bisyaroh Guru Ngaji di Kabupaten Kediri Naik Jadi Rp18,2 Miliar, Penerima Tembus 13.500 Orang |
MediaSINDO.Net - Kediri Raya
Pemerintah Kabupaten Kediri meningkatkan dukungan bagi guru ngaji, guru Madrasah Diniyah (Madin), dan tenaga pendidik keagamaan nonformal. Pada 2026, anggaran bantuan bisyaroh mencapai Rp18,2 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 13.500 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Program yang digagas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap para pendidik yang berperan dalam membangun karakter dan akhlak generasi muda.
Pada 2025, Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran Rp12,8 miliar untuk 9.500 guru agama nonformal, termasuk guru ngaji. Jumlah itu meningkat pada 2026 menjadi Rp18,2 miliar untuk 13.500 penerima.
Selain menerima bisyaroh, para penerima juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi para pendidik dalam menjalankan tugasnya.
Apresiasi terhadap kontribusi guru agama disampaikan Mas Dhito melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, saat upacara Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kamis (22/10/2026).
“Kita sangat berterima kasih atas kontribusi besar para guru ini, terutama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” kata Mas Dhito melalui Sekda Kabupaten Kediri.
![]() |
| Foto: Sekda kabupaten Kediri, M. Solikin, saat upacara hari santri Nasional 2026 di Lapangan Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul |
Beasiswa untuk 140 Santri Hafidz
Selain memperluas bantuan bagi guru agama, Pemkab Kediri juga memberikan perhatian terhadap pendidikan para santri. Pada 2026, pemerintah daerah memberikan beasiswa kepada 140 santri penghafal Al-Qur’an atau hafidz.
Dalam momentum Hari Santri Nasional, para santri juga diharapkan tetap memegang teguh akhlak mulia dan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman serta tantangan masa depan.
Dukungan terhadap guru ngaji dan santri tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membangun sumber daya manusia yang berkarakter.
Hari Santri Harus Diwujudkan dengan Kontribusi Nyata
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri, Muhammad Ma’mun atau Gus Makmun, mengingatkan bahwa semangat Hari Santri tidak cukup diperingati melalui kegiatan seremonial. Semangat tersebut perlu diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Dengan keberanian menyuarakan kebenaran dan tekad untuk berkontribusi secara positif, kita optimistis cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan,” ungkap Gus Makmun.
Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut diikuti para ulama, masyayikh, gawagis, serta peserta dari berbagai organisasi Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).
Melalui program bisyaroh, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, dan beasiswa santri, Pemkab Kediri menunjukkan dukungan terhadap pendidikan keagamaan. Peningkatan jumlah penerima bisyaroh dari 9.500 orang pada 2025 menjadi 13.500 orang pada 2026 menjadi salah satu indikator perluasan program bagi para pendidik agama di Kabupaten Kediri. (RD)



Posting Komentar