Doa Lintas Enam Agama di Polres Kediri, Mbak Dewi Ingatkan Ancaman Judi Online hingga Hoaks
![]() |
| Foto: Doa Lintas Enam Agama di Polres Kediri, Mbak Dewi Ingatkan Ancaman Judi Online hingga Hoaks |
MediaSINDO.Net - Kediri Raya
Pemerintah Kabupaten Kediri menegaskan pentingnya menjaga keamanan, kedamaian, dan kondusivitas daerah melalui doa bersama lintas agama yang digelar di Polres Kediri, Selasa (20/10/2026). Kegiatan yang melibatkan perwakilan enam agama ini menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus mengajak masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial secara bersama-sama.
Doa bersama tersebut dipandu oleh perwakilan enam agama, yakni Islam, Hindu, Buddha, Katolik, Protestan, dan Konghucu. Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, yang hadir mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan bahwa terciptanya suasana aman dan damai tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan. Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan di Kabupaten Kediri.
Mbak Dewi menekankan bahwa berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat perlu mendapat perhatian bersama. Di antaranya judi online, penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, kenakalan remaja, balap liar, hingga penyalahgunaan narkoba.
“Berbagai tantangan, seperti judi online, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, kenakalan remaja, balap liar, dan penyalahgunaan narkoba, perlu diantisipasi bersama,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor dan kepedulian warga diperlukan agar berbagai potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini. Selain itu, sikap saling menghormati perbedaan keyakinan dan menjaga komunikasi yang baik perlu terus dipelihara demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.
Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif menegaskan komitmen jajarannya untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Melalui kegiatan doa bersama ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang semakin kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga Kabupaten Kediri tetap aman, damai, kondusif,” ungkapnya.
Doa lintas agama tersebut menjadi simbol pentingnya persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Namun, menjaga kondusivitas tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Diperlukan komitmen dan tindakan nyata seluruh pihak untuk mencegah gangguan keamanan, menangkal penyebaran hoaks, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat, Kabupaten Kediri diharapkan terus menjadi daerah yang aman, damai, toleran, dan kondusif bagi seluruh warganya. (RD)


Posting Komentar