Wabup Mbak Dewi Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Pasar Produk Lokal, Transaksi KDKMP Tercatat Rp30 Juta
![]() |
| Foto: Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa saat menerima kunjungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di KDKMP Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kamis (15/10/2026) |
MediaSINDO.Net – Kediri Raya
Pemerintah Kabupaten Kediri mendorong Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa saat menerima kunjungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di KDKMP Desa Tiru Kidul, Kecamatan Gurah, Kamis (15/10/2026).
Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Dewi menyampaikan bahwa keberadaan KDKMP diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dengan membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk lokal melalui koperasi di desa masing-masing.
Menurut Dewi, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada konsumen.
Wabup yang akrab disapa Mbak Dewi itu juga mengajak masyarakat berbelanja di KDKMP di wilayah masing-masing. Selain lokasinya lebih dekat, koperasi diharapkan dapat menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“ Itu bukti nyata dukungan Mas Bupati dalam rangka menyukseskan program pemerintah, terutama KDKMP yang ada di Kabupaten Kediri,” katanya.
Pemkab Kediri menyambut baik pengembangan KDKMP sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian desa. Berdasarkan keterangan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 343 KDKMP telah berdiri di Kabupaten Kediri.
KKP Tinjau Stok dan Kesiapan Operasional Koperasi
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Erwin Dwiyana, menjelaskan bahwa kunjungan ke KDKMP Desa Tiru Kidul bertujuan memastikan kondisi koperasi, ketersediaan stok barang, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung operasional.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong produk UMKM lokal agar memperoleh kesempatan dipasarkan melalui koperasi. Dengan demikian, KDKMP diharapkan dapat menghubungkan pelaku usaha dengan konsumen di tingkat desa.
Erwin menyebutkan, transaksi di KDKMP selama tiga bulan terakhir tercatat mencapai sekitar Rp30 juta. Angka tersebut diharapkan terus meningkat seiring dengan penguatan promosi, pengenalan produk, dan pengembangan aktivitas perdagangan di koperasi.
“Artinya upaya untuk mengenalkan, mempromosikan, kemudian memastikan bahwa KDKMP ini menjadi penggerak ekonomi di desa,” ungkapnya.
Koperasi Diharapkan Perkuat Perputaran Ekonomi Desa
Pengembangan KDKMP sebagai saluran pemasaran produk lokal berpotensi memberikan ruang tambahan bagi UMKM untuk menjangkau konsumen tanpa harus bergantung pada saluran penjualan konvensional.
Namun, peningkatan manfaat ekonomi koperasi perlu didukung ketersediaan barang, kualitas produk, harga yang kompetitif, tata kelola yang transparan, serta promosi yang berkelanjutan. Peluang bagi UMKM lokal juga perlu diikuti mekanisme pemasaran yang jelas agar pelaku usaha dapat mengetahui persyaratan dan proses untuk menitipkan atau menjual produknya.
Melalui dukungan pemerintah daerah dan pemantauan dari kementerian terkait, KDKMP di Kabupaten Kediri diharapkan dapat berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mempertemukan kebutuhan konsumen dengan produk-produk lokal.
Keberhasilan program ini selanjutnya dapat dilihat dari perkembangan transaksi, bertambahnya produk UMKM yang dipasarkan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha di masing-masing desa. (RD)


Posting Komentar