“Sebulan Lebih Jebol, Jembatan Bagawan Tabari Gogorante Belum Tersentuh Perbaikan: Pengendara Terancam, Petani Ikut Terdampak”
![]() |
| Foto: Kondisi jembatan dijalan nawan tabari, desa Gogorante kecamatan Ngasem kabupaten kediri, yang jebol dan membahayakan pengguna jalan |
MediaSindo.Net – Kediri
Kondisi Jembatan Jalan Bagawan Tabari di Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri menuai keresahan warga. Pasalnya, jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah di bagian tengah badan jalan tersebut hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen dari pemerintah daerah, meski kerusakan telah terjadi lebih dari satu bulan.
Kerusakan pada jembatan itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang melintas setiap hari. Selain itu, dampak kerusakan juga dirasakan para petani akibat terganggunya aliran air sungai di bawah jembatan.
Maryono (65), warga sekitar lokasi, mengatakan bahwa kerusakan jembatan sudah berlangsung cukup lama dan sempat ditangani secara darurat oleh warga setempat.
“Jebolnya jembatan Gogorante tersebut sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Kepala dusun sempat melakukan penutupan menggunakan batu bata bekas bongkaran, namun lama-kelamaan kembali ambles,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
![]() |
| Foto : Maryono (65) warga desa Gogorante yang lokasinya berdekatan dengan jembatan yang jebol |
Menurut Maryono, upaya penanganan sementara menggunakan material seadanya justru menimbulkan persoalan baru, yakni terhambatnya aliran sungai yang berada di bawah jembatan.
“Urugan batu bata yang ambles ke bawah membuat aliran sungai tersendat. Dampaknya dirasakan langsung para petani yang mengandalkan aliran air tersebut untuk mengairi sawah. Bahkan warga harus menggunakan bambu panjang untuk mengorek bawah jembatan agar air bisa kembali mengalir,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi jembatan yang rusak juga kerap memicu pengendara motor kehilangan keseimbangan saat melintas.
“Saya sering melihat pengendara motor keblegong saat melintas karena roda masuk ke bagian yang ambles. Terdengar suara ‘jegrok’ saat kendaraan melewati titik kerusakan,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kediri segera turun tangan melakukan perbaikan permanen agar kerusakan tidak semakin parah dan menimbulkan korban.
“Kami berharap pemerintah daerah segera memperhatikan kerusakan jembatan ini. Jangan sampai ada korban ataupun kerugian lebih besar, baik bagi pengguna jalan maupun petani,” harap Maryono.
Sementara itu, Dewi Maria Ulfa saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan meski pesan diketahui telah terbaca.
Warga berharap adanya langkah cepat dari instansi terkait mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian di wilayah setempat. (RD)



Posting Komentar