“Ambles Berbulan-Bulan Tanpa Perbaikan, Jembatan Gajah Mada Kediri Jadi Ancaman Nyata Pengguna Jalan”
![]() |
| Foto : jembatan yang ambles dijalan Gajahmada desa Karangrejo Ngasem Kediri yang belum tersentuh perhatian pihak terkait |
Mediasindo.Net - Kediri
Keresahan menyelimuti warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Jembatan di Jalan Gajah Mada yang ambles dan rusak parah selama lebih dari dua bulan hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran serius karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar.
Pantauan di lokasi, amblesnya badan jalan di sisi utara jembatan terlihat semakin melebar dan nyaris memakan sebagian besar jalur kendaraan. Pengendara roda dua hingga kendaraan bertonase besar terpaksa memperlambat laju kendaraan dan bergantian saat melintas demi menghindari risiko kecelakaan.
Zaenul (53), warga setempat, mengaku kondisi itu sudah lama dikeluhkan masyarakat. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan perbaikan di lokasi.
“Sudah lebih dari dua bulan ambles seperti itu. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda diperbaiki. Kami khawatir kerusakannya makin parah,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
![]() |
| Foto : warga sekitar yang terdampak amblesnya jembatan dijalan gajah Mada. Timbul getaran saat dilewati truk muatan berat |
Menurut Zaenul, keresahan warga semakin memuncak ketika truk-truk besar melintas pada malam hari. Getaran dari kendaraan berat bahkan terasa hingga ke rumah warga yang berada di sekitar jembatan.
“Kalau malam ada truk tronton lewat, rumah ikut bergetar. Warga jadi waswas karena takut jembatan makin ambles atau bahkan membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan, sekitar dua minggu lalu sebuah colt pick up bermuatan ban bekas sempat mengalami insiden di lokasi. Salah satu ban kendaraan masuk ke bagian jalan yang ambles hingga muatan terjatuh ke jalan.
Keluhan serupa disampaikan Karyanto (40). Ia mengaku prihatin karena banyak pengendara yang hampir terjatuh akibat tidak mengetahui kondisi jalan yang rusak.
“Kasihan pengguna jalan, terutama yang baru pertama lewat sini. Banyak yang hampir terperosok karena jalannya ambles,” katanya.
Sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mencegah kecelakaan, warga akhirnya bergerak secara swadaya dengan memberi tanda cat putih di sekitar titik kerusakan agar lebih mudah terlihat pengendara saat malam hari.
“Kami inisiatif sendiri memberi tanda supaya pengguna jalan lebih waspada,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kediri segera melakukan penanganan sebelum kerusakan semakin parah dan memicu kecelakaan lalu lintas yang lebih serius.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait kondisi jembatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin, memberikan jawaban singkat melalui pesan WhatsApp.
“Matur suwun infonya,” balasnya singkat. (RD)



Posting Komentar