Pemkab Kediri Sambut Bansos Pemprov Jatim Rp15 Miliar, Perkuat Sinergi Tekan Kemiskinan dan Lindungi Kelompok Rentan
![]() |
| Foto : Giat gubernur Jatim, Khofifah indar parawansa, saat penyerahan Bansos Pemprov Jatim sebesar Rp15 Miliar, dalam Perkuat Sinergi Tekan Kemiskinan dan Lindungi Kelompok Rentan |
MediaSINDO.Net - kediri
Pemerintah Kabupaten Kediri menyambut positif penyaluran bantuan sosial senilai Rp15 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan Sapa Bansos yang digelar di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri, Minggu (1/3/2026). Program ini dinilai sebagai langkah konkret memperkuat perlindungan sosial serta percepatan penanggulangan kemiskinan di daerah.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Mewakili Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Kabupaten Kediri, khususnya pada momentum Ramadan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kehadiran Ibu Gubernur menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Kediri. Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan secara langsung kepedulian Pemerintah Provinsi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan sosial tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat, tetapi juga memberikan rasa aman dan meningkatkan optimisme masyarakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus diperkuat agar jangkauan perlindungan sosial semakin luas dan tepat sasaran.
Sebagai bentuk komitmen daerah, Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial juga membuka layanan reaktivasi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Dari total 47.639 jiwa yang sempat nonaktif, hingga Februari 2026 sebanyak 2.253 jiwa telah kembali teraktivasi sebagai peserta jaminan kesehatan.
Selain perlindungan sosial, Pemkab Kediri turut melaporkan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Plosokidul yang telah mencapai 10,89 persen. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai tepat waktu guna memperluas akses pendidikan dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program Sapa Bansos merupakan bagian dari penguatan sinergi lintas level pemerintahan untuk menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM.
Secara akademis, pendekatan yang memadukan bantuan sosial, jaminan kesehatan, dan akses pendidikan mencerminkan strategi multidimensional dalam pembangunan kesejahteraan. Integrasi program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi dinilai krusial untuk memastikan pengentasan kemiskinan berjalan berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat. (RD)


Posting Komentar