Diserbu Warga, Pasar Murah Pemprov Jatim di Pare Kediri Tekan Harga Sembako hingga 30 Persen Jelang Ramadan
![]() |
| Foto : Gubernur Khofifah indar parawansa dan mbak Dewi, pada giat Pasar Murah Pemprov Jatim di Pare Kediri |
MediaSINDO.Net - Kediri
Antusiasme warga mewarnai pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Halaman Gedung Serbaguna, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (1/3/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang didampingi Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa. Kehadiran keduanya disambut antusias masyarakat yang sejak pagi memadati lokasi dengan tertib.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pasar murah merupakan instrumen stabilisasi harga yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
“Pasar murah ini merupakan upaya pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga. Alhamdulillah, animo masyarakat sangat bagus dan mereka datang dengan tertib,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasar. Ayam ras yang di pasaran rata-rata Rp42.000 per kilogram dijual Rp30.000. Telur ayam ras dari kisaran Rp30.000 per kilogram dijual Rp22.000. Gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp17.000, sedangkan minyak goreng dijual Rp13.000 per liter dari harga pasar Rp16.800.
Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit yang di pasaran berkisar Rp80.000–Rp85.000 per kilogram dijual Rp4.000 per 100 gram. Bawang putih dijual Rp6.000 per 100 gram dan cabai merah Rp2.000 per 100 gram. Beras premium kemasan 5 kilogram dijual Rp70.000, sedangkan beras medium SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp55.000 atau Rp11.000 per kilogram.
“Jadi kita bersama-sama antara program di kabupaten/kota dan program di pemprov untuk memaksimalkan penjangkauan pemenuhan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Selain memantau pasar murah, Gubernur Khofifah bersama Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan sosial berupa beras dan daging ayam kepada lansia serta ibu menyusui. Bantuan telur ayam turut diberikan kepada balita sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
Mewakili Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pasar murah sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan kebutuhan konsumsi selama Ramadan dan Idul Fitri.
“Kegiatan ini sangat membantu warga. Kami berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga,” ujarnya.
Secara akademis, intervensi pasar melalui skema subsidi harga dan distribusi langsung kepada masyarakat merupakan salah satu instrumen efektif dalam mengendalikan inflasi daerah, terutama pada periode musiman dengan lonjakan permintaan. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan pasokan, distribusi, dan daya beli masyarakat secara berkelanjutan. (RD)


Posting Komentar