Kolostrum Penentu Kehidupan Pedet: “Vaksin Alami Pertama” yang Tak Boleh Terlambat Diberikan
![]() |
| Foto : Jam konsumsi kolostrom anak sapi |
MediaSindo.Net - Surabaya
Dalam manajemen peternakan sapi modern, pemberian kolostrum pada pedet yang baru lahir menjadi salah satu faktor paling krusial yang menentukan kesehatan dan produktivitas ternak di masa depan. Para ahli peternakan menyebut kolostrum sebagai “vaksin alami pertama” karena kandungan antibodi, energi, vitamin, dan mineral di dalamnya berperan besar dalam membangun sistem kekebalan tubuh pedet sejak awal kehidupan.
Kolostrum merupakan susu pertama yang dihasilkan induk sapi setelah melahirkan. Cairan ini memiliki konsentrasi imunoglobulin (IgG) yang sangat tinggi, yang berfungsi melindungi pedet dari berbagai infeksi bakteri dan virus. Tanpa kolostrum yang cukup, pedet berisiko mengalami Failure of Passive Transfer (FPT), yaitu kegagalan transfer kekebalan dari induk ke anak, yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian pedet.
Para pakar peternakan menekankan bahwa waktu pemberian kolostrum sangat menentukan tingkat penyerapan antibodi oleh tubuh pedet. Usus pedet yang baru lahir memiliki kemampuan menyerap imunoglobulin secara optimal hanya dalam waktu yang sangat terbatas.
Secara fisiologis, kemampuan penyerapan antibodi berlangsung sebagai berikut:
0–6 jam pertama: Penyerapan antibodi paling optimal
6–12 jam: Tingkat penyerapan mulai menurun
12–18 jam: Penyerapan semakin berkurang
18–24 jam: Terjadi proses gut closure, yaitu kondisi ketika usus tidak lagi mampu menyerap antibodi secara efektif.
Karena itu, pedet dianjurkan menerima 2–3 liter kolostrum berkualitas dalam enam jam pertama setelah lahir. Kolostrum yang diberikan juga harus memiliki kualitas baik dengan kadar IgG minimal 50 g/L agar mampu memberikan perlindungan optimal.
Dalam praktik peternakan, pemberian kolostrum yang efektif mengikuti prinsip 4K, yaitu:
Kecepatan: Kolostrum diberikan sesegera mungkin setelah kelahiran
Kuantitas: Jumlah kolostrum mencukupi kebutuhan pedet
Kualitas: Kolostrum memiliki kadar imunoglobulin tinggi
Kebersihan: Proses pemerahan dan pemberian dilakukan secara higienis untuk mencegah kontaminasi bakteri.
Pedet yang memperoleh kolostrum secara tepat waktu dan berkualitas umumnya menunjukkan daya tahan tubuh lebih kuat, pertumbuhan lebih cepat, serta risiko penyakit yang lebih rendah. Hal ini juga berdampak pada peningkatan produktivitas ternak di masa depan, baik dalam produksi susu maupun performa reproduksi.
Dalam berbagai penelitian peternakan, pemberian kolostrum yang optimal terbukti mampu menurunkan angka kematian pedet secara signifikan. Oleh karena itu, para praktisi peternakan menegaskan bahwa setiap jam pertama kehidupan pedet merupakan “jendela emas” yang menentukan keberhasilan transfer kekebalan dari induk.
Dengan demikian, kesadaran peternak terhadap pentingnya manajemen kolostrum menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan ternak dan keberlanjutan usaha peternakan sapi. (Sumber: Disnak prov.jatim)


Posting Komentar