Gerakan Indonesia ASRI Digelorakan, Pemkab Kediri Kerahkan SKPD dan TNI Bersihkan Kawasan Publik
![]() |
| Foto : Giat gerakan Indonesia ASRI dilaksanakan di SLG |
Kediri— MediaSINDO.Net
Komitmen penanganan sampah nasional ditegaskan Presiden Prabowo Subianto melalui peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Jawa Barat.
Presiden menyatakan persoalan sampah telah menjadi isu krusial nasional. Pemerintah memproyeksikan hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas paling lambat pada 2028 apabila tidak dilakukan intervensi terintegrasi. Karena itu, perubahan perilaku dan keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penyelesaian.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar apel dan aksi korvei (kerja bakti) massal di kawasan Simpang Lima Gumul pada Jumat, 13 Februari 2026.
![]() |
| Foto : Sekda M.Solikin (topi merah) didampingi Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, saat pelaksanaan Korvei di kawasan SLG |
Kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri M. Solikin dengan melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Kediri serta unsur TNI. Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan sebagai langkah nyata menjaga kebersihan ruang publik sekaligus memperkuat edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, menyampaikan bahwa persoalan pengelolaan sampah tidak semata berkaitan dengan ketersediaan sarana, melainkan kesadaran kolektif masyarakat.
![]() |
| Foto : peserta giat korvei di kawasal SLG |
“Gerakan ini bukan sekadar seremonial, tetapi membangun budaya disiplin lingkungan. Ketika seluruh SKPD dan unsur TNI terlibat langsung, maka pesan edukatifnya akan lebih kuat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain pembersihan kawasan SLG, DLH juga melakukan pengawasan dan penataan pedagang di Taman Pinggir Kali Paron melalui sistem zonasi dan pengaturan pedagang mobile agar kawasan tetap tertib serta tidak menimbulkan penumpukan sampah.
Aksi kebersihan tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan tata kelola lingkungan berkelanjutan. Sebelumnya, DLH Kabupaten Kediri juga menyelenggarakan pelatihan pengendalian pencemaran air serta sertifikasi kompetensi Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL) bagi sektor industri.
![]() |
| Foto : pembersihan sungai kawasan SLG |
Melalui sinergi kebijakan pusat dan implementasi daerah, pemerintah daerah berharap mampu menekan timbulan sampah, memperpanjang usia layanan TPA, serta menciptakan ruang publik yang bersih, sehat, dan layak huni.
Gerakan Indonesia ASRI diharapkan berkembang menjadi budaya kolektif masyarakat yang menempatkan kebersihan sebagai bagian integral dari pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing daerah. (DLH Kab. Kediri)





Posting Komentar