Ratusan Peserta Ikuti Napak Tilas Peringatan Pertempuran 14 Januari 1946 Di Kotawaringin Barat
![]() |
| Foto : Kegiatan Napak tilas secara resmi dilepas oleh Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, S.H., M.H., bertempat di Istana Kuning Pangkalan Bun |
Kobar – MediaSINDO.Net
Ratusan peserta antusias mengikuti kegiatan Napak Tilas Peringatan Pertempuran 14 Januari 1946 yang diselenggarakan pada Senin (12/1/2026). Agenda tahunan ini digelar sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan pahlawan serta pengingat sejarah heroik rakyat Kotawaringin Barat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Peserta napak tilas berasal dari unsur ASN, TNI, Polri, pelajar, Pramuka, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Dengan penuh semangat, para peserta menempuh jarak sekitar 15 kilometer, melintasi rute yang telah disesuaikan dengan jalur perjuangan para pejuang pada peristiwa bersejarah tersebut.
Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, S.H., M.H., bertempat di Istana Kuning Pangkalan Bun. Dari titik awal tersebut, peserta menyusuri Jalan Iskandar menuju Lanud Iskandar, dan sempat singgah untuk melaksanakan salat berjamaah di Masjid Al Falah.
Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Batu Belaman, kemudian ke Kelurahan Candi yang menjadi titik istirahat dan lokasi pengecekan etape terakhir. Rute berlanjut ke Taman Bahagia, yang pada masa lampau dikenal sebagai Taman Makam Pahlawan, sebelum peserta memasuki garis akhir di Lapangan Senggora Kumai.
Dalam sambutannya, Bupati Hj. Nurhidayah menegaskan bahwa peristiwa 14 Januari 1946 merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa, khususnya di Kotawaringin Barat.
“Peristiwa 14 Januari 1946 adalah tonggak penting dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa kita. Peristiwa ini menjadi bukti nyata semangat juang, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan serta rakyat Kotawaringin Barat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Bupati menambahkan bahwa kegiatan napak tilas bukan hanya momentum mengenang sejarah, melainkan juga sarana meneladani nilai-nilai luhur perjuangan, seperti persatuan, keberanian, rela berkorban, serta kecintaan terhadap tanah air.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan jati diri bangsanya, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.
Kegiatan napak tilas berlangsung lancar dan penuh khidmat, sekaligus menjadi refleksi atas jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan. (*)


Posting Komentar