Heboh! GRide Siap Mengaspal di Kediri, Bajaj Wisata Karya Anak Bangsa Bidik UMKM, Serap Korban PHK, dan Dongkrak Pariwisata
![]() |
| Foto: GRide Bajaj siap bersaing pasar angkutan berbasis aplikasi dikediri raya |
MediaSindo.Net - Kediri Raya
Sebuah inovasi transportasi berbasis aplikasi bernama GRide siap hadir di Kediri dengan konsep yang berbeda dari layanan transportasi daring pada umumnya. Mengusung kendaraan ikonik berupa bajaj wisata, GRide merupakan karya anak bangsa yang dikembangkan di Kediri dengan misi membuka lapangan kerja, mendukung pelaku UMKM, sekaligus menghubungkan destinasi wisata hingga pelosok desa.
Pendiri GRide, Karsoyo, menjelaskan bahwa lahirnya GRide berawal dari keprihatinan terhadap banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi tersebut mendorong dirinya bersama sejumlah rekan melakukan riset ke beberapa daerah, seperti Solo dan Yogyakarta, untuk mencari konsep transportasi yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Hadirnya GRide bukan sekadar layanan transportasi. Kami ingin membuka peluang kerja bagi masyarakat, sekaligus membantu UMKM dan destinasi wisata agar lebih mudah dijangkau sehingga mampu meningkatkan omzet pelaku usaha," ujar Karsoyo, Selasa (28/7/2026).
![]() |
| Foto: |
| Foto: Karsoyo, pelopor GRide Kediri raya, GRide Siap Mengaspal di Kediri, Bajaj Wisata Karya Anak Bangsa Bidik UMKM, Serap Korban PHK, dan Dongkrak Pariwisata |
Berdasarkan hasil riset tersebut, GRide memilih menghadirkan bajaj sebagai ikon transportasi wisata di Kediri. Kendaraan ini dinilai unik, mudah dikenali, serta mampu menjangkau berbagai kawasan wisata pedesaan yang selama ini belum banyak tersentuh layanan transportasi.
Selain melayani perjalanan menggunakan sepeda motor dan mobil, aplikasi GRide juga dirancang mendukung layanan bajaj, bahkan ke depan akan dikembangkan untuk angkutan truk maupun ambulans. Seluruh layanan menggunakan sistem aplikasi digital karya anak bangsa yang berpusat di Kediri.
Karsoyo mengungkapkan, GRide menerapkan potongan pendapatan pengemudi yang lebih rendah dibanding batas maksimal yang ditetapkan pemerintah. Untuk layanan roda dua, potongan ditetapkan sebesar 7 persen, sedangkan layanan mobil sebesar 10 persen. Sistem pembayaran dilakukan secara digital melalui saldo deposit pengemudi, sementara pembayaran dari pelanggan dapat dilakukan secara tunai.
"Harapan kami, penghasilan pengemudi bisa lebih besar sehingga kesejahteraan mereka meningkat," katanya.
Dari sisi tarif, GRide menetapkan biaya pembukaan perjalanan mulai Rp8.000 dengan estimasi jarak sekitar 4–5 kilometer. Untuk layanan bajaj, satu kendaraan mampu mengangkut hingga empat penumpang sehingga dinilai cocok digunakan pelajar maupun masyarakat yang ingin bepergian bersama dengan biaya yang lebih terjangkau.
Saat ini GRide telah menjalin kerja sama di wilayah Malang Raya, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto. Perusahaan juga menargetkan ekspansi ke Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari pengembangan layanan di Jawa Timur.
Peluncuran resmi GRide dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus 2026. Pada tahap awal, perusahaan menargetkan mengoperasikan sedikitnya 25 unit bajaj di kawasan Kabupaten Kediri, dengan fokus melayani kawasan Simpang Lima Gumul, Kampung Inggris Pare, serta sejumlah destinasi wisata lainnya.
Untuk mendukung operasional, satu unit bajaj keluaran 2026 disebut memiliki harga sekitar Rp58 juta dalam kondisi on the road (OTR). Konsumsi bahan bakarnya diperkirakan mencapai sekitar 20–25 kilometer per liter, bergantung pada kondisi jalan dan pola penggunaan.
Karsoyo berharap kehadiran GRide mampu menjadi solusi transportasi lokal yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap GRide dapat menjadi kontribusi bagi Kediri dan Jawa Timur, membuka lapangan pekerjaan, membantu UMKM berkembang, serta memperkenalkan potensi wisata daerah agar semakin dikenal masyarakat luas," pungkasnya. (KRD)


Posting Komentar