Pengangguran Turun Tajam, Mas Dhito Tekan TPT Kediri ke 4,71%: 11 Ribu Warga Kembali Bekerja
![]() |
| Foto : Mas dhito didampingi Sekda, M. Solikin, serta kepala disnakertran Ibnu Imad |
MediaSindo.Net - Kediri
Kabar baik datang dari sektor ketenagakerjaan Kabupaten Kediri. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga menyentuh angka 4,71 persen pada tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan berbagai program yang digagas Pemerintah Kabupaten Kediri di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito).
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja yang bersumber dari BPS Kabupaten Kediri, angka pengangguran menunjukkan tren penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat melonjak pada 2022 hingga 6,83 persen akibat dampak pandemi Covid-19, kondisi kini berangsur membaik.
“Dari tahun 2024 ke 2025, jumlah pengangguran berkurang sekitar 11.000 jiwa,” ungkap Mas Dhito, Rabu (1/4/2026).
Penurunan ini tak lepas dari berbagai intervensi strategis yang dilakukan pemerintah daerah. Mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi, hingga pemanfaatan teknologi lewat aplikasi E-Kerjo untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri.
Selain itu, Pemkab Kediri juga активно memperluas lapangan pekerjaan melalui program padat karya dan penyelenggaraan job fair yang disesuaikan dengan momentum kelulusan sekolah.
Dari sisi anggaran, komitmen tersebut ditunjukkan dengan alokasi lebih dari Rp14,44 miliar untuk mendukung berbagai program ketenagakerjaan, mulai dari pelatihan, penempatan tenaga kerja, hingga fasilitasi dunia usaha.
Mas Dhito menegaskan, penurunan TPT bukan sekadar angka statistik, melainkan upaya menghadirkan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Harapannya ke depan, angka TPT Kabupaten Kediri bisa lebih rendah dari rata-rata provinsi,” jelasnya.
Untuk menjaga tren positif ini, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai strategi lanjutan, seperti pemberian insentif bagi pelaku usaha, kemudahan perizinan, serta penyusunan roadmap ketenagakerjaan periode 2026–2030.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas perangkat daerah. Ia juga menekankan pentingnya timing dalam pelaksanaan job fair.
“Kami biasanya menggelar job fair sekitar bulan Mei, tidak lama setelah kelulusan. Ini sangat berpengaruh terhadap peluang kerja bagi para pencari kerja baru,” pungkasnya. (RD)


Posting Komentar