Dinas PUPR Kerahkan Operasi Struktur Berat Untuk Menjamin Keamanan Dan Stabilitas Infrastruktur Kota, Jembatan Brawijaya Ditutup Sementara
![]() |
| Foto : Pemasangan regel jembatan brawijaya yang berfungsi sebagai pengikat, penopang, dan pendistribusi beban dari lantai jembatan ke bagian struktur utama seperti girder, pilar, atau rangka baja. |
MediaSINDO.NET – Kediri
Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengambil langkah strategis dengan menutup total Jembatan Brawijaya selama dua hari, yakni pada 1 dan 2 Desember 2025. Kebijakan ini merupakan tindakan teknis yang bersifat mendesak dan berisiko tinggi, karena berkaitan langsung dengan pergantian regel atau pilar melintang yang menjadi elemen vital dalam sistem penopang jembatan. Regel jembatan adalah balok melintang pada struktur jembatan yang berfungsi sebagai pengikat, penopang, dan pendistribusi beban dari lantai jembatan ke bagian struktur utama seperti girder, pilar, atau rangka baja.
Secara sederhana, regel adalah komponen horizontal yang menghubungkan bagian-bagian utama jembatan dan memastikan:
1. Stabilitas struktur jembatan
2. Distribusi beban kendaraan dan getaran
3. Kekokohan lantai jembatan
4. Keterikatan antar elemen rangka
![]() |
| Foto : jembatan brawijaya kota Kediri |
Penutupan dilakukan sebagai bagian dari program pemeliharaan infrastruktur jangka panjang, sekaligus sebagai upaya memastikan seluruh pekerjaan berat dapat berjalan tanpa hambatan, tanpa risiko, dan tanpa gangguan lalu lintas, demi menjamin keamanan masyarakat pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, S.T., M.M., mengungkapkan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan bukanlah pekerjaan rutin, melainkan pekerjaan berskala besar yang menuntut ketelitian dan standar keselamatan maksimal. Pengerjaan meliputi:
Pelepasan regel lama
Pengangkatan dan pemasangan regel baru
Pemasangan ACP (Aluminium Composite Panel)
Perakitan dan pemasangan komponen struktural tambahan
Penggunaan baja WF, alat berat, serta instalasi baut berkapasitas tinggi
“Material yang diangkat dan dipasang berukuran sangat besar dan memiliki bobot tinggi. Prosesnya melibatkan alat berat, pengelasan, dan pemasangan baut yang secara teknis sangat kritis. Risiko jatuhnya material ke jalur lalu lintas dapat terjadi kapan saja apabila jembatan tetap dibuka,” jelas Endang, Selasa (2/12/2025).
Endang menegaskan bahwa seluruh aktivitas tersebut memerlukan kondisi kerja yang sepenuhnya steril dari kendaraan dan pejalan kaki.
“Dari perspektif keselamatan publik, penutupan total adalah langkah paling rasional, paling aman, dan paling sesuai prosedur,” tegasnya.
Jadwal Penutupan Dikendalikan Ketat.
Penutupan diberlakukan secara penuh pada:
Senin, 1 Desember 2025
Selasa, 2 Desember 2025
Pukul 22.00–05.00 WIB
Selama jam tersebut, Jembatan Brawijaya dinyatakan tidak boleh diakses oleh seluruh jenis kendaraan, termasuk roda dua, roda empat, hingga kendaraan operasional. Petugas teknis, aparat pengamanan, dan tim pengatur lalu lintas disiagakan untuk memastikan kawasan sepenuhnya steril.
Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas secara terstruktur dengan memanfaatkan dua jembatan utama lain yang selama ini menjadi jalur pendukung, yakni:
Jembatan Bandar Ngalim
Jembatan Semampir
Di samping itu, masyarakat juga dianjurkan mempertimbangkan rute alternatif lain sesuai kebutuhan perjalanan, terutama pada jam-jam padat malam hari dan menjelang pagi. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk mengurangi risiko kemacetan, termasuk penempatan petugas di sejumlah titik rawan.
Pemkot Kediri menegaskan bahwa langkah penutupan ini merupakan bagian penting dari upaya jangka panjang menjaga keandalan struktur Jembatan Brawijaya, salah satu infrastruktur vital yang menjadi tulang punggung mobilitas ekonomi, perdagangan, dan aktivitas masyarakat kota.
Dengan selesainya pekerjaan pergantian struktur berat ini, Jembatan Brawijaya diharapkan memiliki tingkat kekuatan dan ketahanan yang lebih baik, sehingga mampu melayani arus kendaraan secara aman dan optimal dalam jangka waktu panjang.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Dengan penutupan ini, waktu pekerjaan bisa dipersingkat, risiko kecelakaan dapat ditekan, dan kualitas perbaikan bisa kami pastikan maksimal,” ujar Endang.
Pemerintah Kota Kediri juga meminta pengertian dan dukungan seluruh masyarakat selama proses perbaikan berlangsung, mengingat pekerjaan ini dilakukan demi kepentingan dan keselamatan bersama. (RD)


Posting Komentar