Vaksin Jalan, IB Jalan: Kementan–Jatim Perkuat Pemulihan Populasi Ternak Nasional
![]() |
| Foto : Kegiatan GSPIB 2025 dipusatkan di City Forest, Kabupaten Jember, pada Senin, 24 November 2025, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa |
SURABAYA — MediaSINDO.NET
Upaya mempercepat pemulihan populasi ternak dan peningkatan produksi daging nasional kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Melalui Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma (BBVF Pusvetma), Kementerian Pertanian menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (GSPIB) 2025, yang menjadi salah satu agenda prioritas dalam memperkuat ketahanan pangan hewani Indonesia.
Kegiatan GSPIB 2025 dipusatkan di City Forest, Kabupaten Jember, pada Senin, 24 November 2025, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala BBVF Pusvetma, drh. Edy Budi Susila, M.Si., serta jajaran organisasi profesi peternakan dan pemerintah daerah.
Sebagai simbol dimulainya gerakan inseminasi massal di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur, dilakukan Inseminasi Buatan (IB) terhadap 38 ekor sapi. Aksi simbolik ini sekaligus menandai dimulainya layanan IB yang dilaksanakan secara serentak di 38 kabupaten/kota.
Berdasarkan data resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sejak Januari hingga 24 November 2025 tercatat 1.099.397 ekor sapi telah menjalani layanan inseminasi buatan. Jumlah ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan capaian IB terbanyak di Indonesia, dan telah mendapatkan pengakuan resmi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Capaian tersebut meneguhkan Jawa Timur sebagai pusat reproduksi ternak terbesar nasional, sekaligus menunjukkan keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga teknis veteriner, serta kelompok peternak dalam meningkatkan populasi sapi pedet berbasis teknologi reproduksi modern.
Kepala BBVF Pusvetma menegaskan bahwa kerja sama Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya berfokus pada peningkatan layanan inseminasi buatan, tetapi juga mencakup dukungan vaksinasi, pengendalian penyakit hewan strategis, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan hewan.
Pendekatan terpadu antara layanan reproduksi (IB) dan kesehatan hewan (vaksinasi) menjadi formula strategis dalam mempercepat pemulihan populasi ternak pasca penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa gerakan inseminasi buatan merupakan bagian penting dari konsolidasi pembangunan peternakan nasional.
“Sektor peternakan ini mendapatkan sinergitas dari sangat banyak elemen, khususnya BBIB dan Pusvetma. Ini semua bersinergi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program IB dan vaksinasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha peternakan, tenaga teknis lapangan, dan masyarakat peternak.
Dengan capaian rekor inseminasi buatan tertinggi di Indonesia, Jawa Timur kembali menjadi provinsi penopang utama kebutuhan daging nasional. Kolaborasi Kementan–Jatim diharapkan mampu:
Meningkatkan populasi sapi pedet
Memperbaiki kualitas genetik ternak
Memperkuat ketahanan pangan hewani
Mendukung target jangka panjang menuju swasembada daging nasional.
Vaksin Jalan, IB Jalan menjadi mantra kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan daerah, yang menandai komitmen berkelanjutan untuk membangun sektor peternakan yang semakin kuat, sehat, dan berdaya saing tinggi. (sumber Disnak Prov. Jatim /RD).

Posting Komentar