Konsumsi Ikan Jawa Timur Melonjak, DKP Jatim Tegaskan Jadi Faktor Penentu Penurunan Stunting 2025
SURABAYA — MediaSINDO.NET
Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan konsumsi ikan melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur mencatat adanya lonjakan konsumsi ikan masyarakat yang dinilai menjadi salah satu faktor kunci penurunan angka stunting di provinsi ini sepanjang 2023–2025.
Berdasarkan data resmi DKP Jawa Timur, tingkat konsumsi ikan masyarakat pada tahun 2025 mencapai 53,30 kilogram per kapita per tahun. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan tingkat kesadaran konsumsi ikan tertinggi secara nasional.
Menurut sumber resmi dari DKP Provinsi Jawa Timur, peningkatan tersebut merupakan buah dari penguatan program Gemarikan yang dalam dua tahun terakhir digencarkan melalui edukasi gizi, kampanye publik, dan pemberdayaan kelompok masyarakat di seluruh kabupaten/kota.
Meski tren konsumsi meningkat, DKP Jatim menegaskan bahwa pemerataan konsumsi ikan masih menjadi tantangan. Konsumsi ikan terbesar masih banyak terjadi di sektor komersial seperti restoran dan rumah makan.
![]() |
| Foto : Protein ikan memiliki peran besar dalam pembentukan otak dan pertumbuhan anak |
Salah satu daerah dengan konsumsi rumah tangga terendah adalah Kabupaten Ponorogo, yang hanya mencapai 14,94 kg per kapita per tahun. DKP Jatim menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, mengingat konsumsi ikan berperan penting dalam pemenuhan gizi keluarga.
DKP Jawa Timur menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi ikan memiliki korelasi kuat dengan penurunan angka stunting di provinsi ini. Pada tahun 2023, prevalensi stunting Jawa Timur tercatat sebesar 17,7%, dan ditargetkan turun menjadi 14% pada 2024.
“Protein ikan memiliki peran besar dalam pembentukan otak dan pertumbuhan anak. Kenaikan konsumsi ikan di Jatim menjadi salah satu faktor pendukung turunnya angka stunting dua tahun terakhir,” terang pejabat DKP Jatim.
Jawa Timur dikenal memiliki keunggulan dalam ketersediaan sumber daya perikanan. Berdasarkan Statistik Perikanan DKP Jatim 2025, total produksi perikanan budidaya dan tangkap berada pada angka yang sangat signifikan. Kondisi ini memastikan pasokan ikan aman dan stabil untuk kebutuhan konsumsi harian masyarakat.
Ketersediaan produksi yang besar tersebut memperkuat pelaksanaan program Gemarikan sekaligus mendukung intervensi pemerintah dalam percepatan penurunan stunting.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui DKP menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan edukasi dan akses konsumsi ikan, terutama pada wilayah dengan konsumsi rumah tangga yang masih rendah.
“Dengan potensi produksi yang besar dan program yang terus diperkuat, Jawa Timur optimis dapat menjaga tren peningkatan konsumsi ikan dan mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” tegas DKP Jatim. (Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur/RD)
.


Posting Komentar