LPG Melon Langka Dipasaran, Masyarakat Kecil Menjerit..‼️
![]() |
| Tabung Melon Selalu Dicari Oleh Masyarakat Golongan Bawah Langka. |
MediaSindo.NET - Kediri.
Sudah hampir sebulan lebih keberadaan LPG tabung ukuran 3 kg atau LPG Melon sulit didapat dan seakan menghilang. Kondisi tersebut membuat masyarakat kecil menjerit. Pasalnya kalaupun ada dipasaran harganya sudah naik dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan oleh pemerintah.
Soni pedagang mie ayam yang mangkal di dusun Gambang Desa Karangrejo kecamatan Ngasem Kediri mengatakan pada awak media, bahwa sudah lebih sebulan LPG ukuran 3 kg sulit dicari.
"Peh..Peh...sudah sebulan belakangan ini keberadaan LPG ukuran 3 kg sulit dicari dipasaran, ini membuat kita para pedagang kecil jadi bingung. Kalaupun ada harganya sudah naik, harga dari agen yang dulu biasanya sebesar Rp 16.000,- sekarang menjadi Rp 16.500,- sedangkan harga dipenjual eceran yang biasanya Rp 18.000,- sudah naik menjadi Rp 19.000 itupun susah dicari, "ucapnya, kamis (20/7/2023) siang.
"Melihat kondisi tersebut, nasip orang kecil terus bagaimana...??!!. Untuk melon yang diagen Rp 16.000.- naik Rp 500,- tersebut katane buat opahnya supir. Saat ini diagen nggak ada LPG dengan harga Rp 16.000,- sekarang Rp 16.500,- sedang dieceran sudah naik Rp 18.000 sampai 19.000,- "terangnya.
![]() |
| Pedagang Kecil Di Kediri Kesulitan Mendapatkan LPG Ukuran 3 Kg Dipasaran. |
"Kami merasakan hal sama, sudah sebulanan lebih LPG ukuran 3 kg sulit dicari. Untuk harga agen tetep yakni Rp 16.000, per tabung sesuai HET pemerintah tapi sekarang kalau mau beli selalu kehabisan, 'ucapnya, jum'at (21/7/2023).
Sementara itu salah satu pemilik agen di Kecamatan Gampengrejo mengatakan, "setiap hari saya dapat jatah 165 tabung tapi hanya dalam hitungan beberapa jam saja sudah ludes karena sudah diambil pengecer di lingkungan kami.
"Pemakaian LPG bisa meningkat saat musim nikahan atau orang punya hajat karena sekali kegiatan hajatan tersebut warga bisa menghabiskan sebanyak 25 tabung bahkan sampai 30 tabung, "terangnya, Sabtu (22/7/2023) siang.
Dia menambahkan, "Saat ini orang yang punya hajatan sudah tidak memakai kayu bakar lagi atau alternatif lainnya, mereka sudah berpindah ke LPG sehingga kalau lagi punya hajat, warga bisa habis banyak LPG antara 25 sampai 30 tabung. Ini terjadi pada saat tertentu saja, "pungkasnya. (RD)



Posting Komentar